Newest Post

Nama : Muhammad Fadhli
NIM : 061430700541
Kelas : 2 CB
Mata Kuliah : Interface Komputer
Dosen Pembimbing : Ali Firdaus S Kom M.Kom

Mengendalikan Lampu Dengan Komputer Melalui Port USB Dengan Rangkaian USB-2REL


USB-2REL adalah modul driver 2-relay yang dapat dikendalikan oleh komputer melalui perantaraan port USB. Modul ini tidak membutuhkan catu daya eksternal sehingga sangat praktis untuk digunakan baik dengan komputer maupun laptop/netbook.

Modul USB-2REL (device) menggunakan V-USB, yakni open-source implementasi protokol USB kecepatan rendah untuk mikrokontroler AVR. Sedangkan pada komputer (host), program aplikasi pengontrolan modul USB-2REL dibuat menggunakan kompiler dan IDE C For Windows (freeware) yakni Pelles C. Untuk berkomunikasi dengan modul USB-2REL, program aplikasi menggunakan library libusb-win32 yang juga open-source.

Berikut ini adalah Langkah - Langkahnya sebagai berikut :
1. Instalasi Driver
Ketika modul USB-2REL dihubungkan ke komputer melalui port USB, maka sistem operasi Windows akan mendeteksi adanya piranti USB yang hadir di port USB. Selanjutnya, Windows akan melakukan proses enumerasi dengan tujuan untuk mengenali piranti USB yang baru hadir tersebut. Jika piranti USB tersebut dikenali, maka Windows akan menjalankan driver yang sesuai dan piranti USB pun siap digunakan.aka hasilnya bisa anda lihat seperti pada gambar dibawah ini :


Sesaat setelah modul USB-2REL terhubung ke port USB, maka mikrokontroler akan memperoleh suplai tegangan dan firmware di dalam memori program pun dijalankan. Firmware dalam mikrokontroler pun akan menjawab proses enumerasi yang dilakukan oleh Windows dengan menyetorkan ID-nya untuk dikenali oleh Windows.

Catatan: Modul USB-2REL menggunakan firmware implementasi USB buatan OBDEV (V-USB) dan telah banyak diimplementasikan oleh banyak perancang sistem mikrokontroler karena menyediakan ID yang gratis untuk digunakan. Oleh karenanya, jika port USB yang digunakan untuk modul USB-2REL pernah digunakan untuk modul USB lain seperti USBASP misalnya, maka filter libusb akan mengenali USB-2REL sebagai USBASP. Hal ini tidak menjadi masalah karena implementasi firmwarenya sama dan modul akan tetap beroperasi dengan baik sebagai driver relay.

Akan tetapi jika Windows tidak mengenali ID dari USB-2REL sebagai piranti USB yang telah terinstalasi pada port USB, maka Windows akan menampilkan dialog instalasi driver seperti screenshot berikut ini.



Modul USB-2REL dilengkapi dengan CD yang berisi installer Pelles C, source code project program aplikasi USB-2REL, dan driver libusb untuk USB-2REL.bisa anda lihat seperti pada gambar dibawah ini :


Setelah folder driver USB-2REL dipilih dan tekan OK kemudian klik  Next >, maka proses instalasi driver pun dimulai.seperti pada gambar dibawah ini :



Setelah anda selesai menginstalasi driver selesai dan berhasil, maka USB-2REL kini siap digunakan.hasilnya bisa dilihat seperti pada gambar dibawah ini ;

Program Aplikasi USB-2REL




Ketika program aplikasi USB-2REL dijalankan, sebelum form aplikasi ditampilkan, program melakukan inisialisasi dan mencoba berkomunikasi dengan driver USB-2REL yang telah aktif. Jika gagal maka program akan menampilkan pesan kesalahan bahwa modul USB-2REL tidak ditemukan dan program pun selesai.
           Tapi jika program berhasil melakukan komunikasi dengan driver USB-2REL yang telah aktif, maka form aplikasi pun ditampilkan seperti gambar di samping ini.
           Modul USB-2REL dapat diperintah atau diminta melakukan/mengerjakan fungsi tertentu sesuai dengan kode permintaan yang dikenalinya. Modul USB-2REL dapat diperintah untuk mengirimkan ID dari modul USB-2REL, yang dalam hal ini adalah data string “USB-2REL”. Pada program demo, Button Baca ID Modul akan mengirimkan permintaan tersebut kepada modul USB-2REL. Setelah ID Modul USB diterima, maka program akan menampilkannya pada editbox yang tersedia.





Berikut adalah foto hasil pengujian modul USB-2REL dengan program aplikasi di atas.

 Selamat Mencoba





 


 

Mengendalikan Lampu Dengan Komputer

Thursday, April 16, 2015
Posted by Muhammad Fadhli
Nama : Muhammad Fadhli
NIM : 061430700541
Kelas : 2CB
Mata Kuliah : Interface Komputer

Membuat USB Downloader untuk Mikrokontroler AVR Atmega8/16/32/8535 

 Setelah pada  postingan sebelumnya yaitu membuat sendiri downloader AVR atmega8/16/32/8535, sekarang saatnya kita membuat downloader yang menggunakan USB. Downloader yang menggunakan port paralel ( yang pinnya 25 buah) memang hanya membutuhan sedikit biaya, namun sekarang kebanyakan orang sudah beralih ke laptop dimana port paralel sudah sudah jarang ditemui lagi kecuali untuk laptop versi lama , bahkan
ada beberapa komputer pc yang saya temui sudah tidak port paralelnya lagi. Alternatifnya yaitu menggunakan port serial (port yang jumlah pinnya 9, sering disebut db9) atau menggunakan port USB. Port serial pun saya rasa juga sudah mulai jarang ada pada laptop-laptop terbaru, maka langsung aja kita membuat downloader menggunakan port yang universal yaitu port USB. USB downloader dibuat dengan komponen utama yaitu atmega8,Sebelumnya membuatnya sediakan berikut ini:
Software:

  • Deeptrace ( untuk membuat pcb atau kalau malas buat pcb pake pcb bolong)
  • PonyProg ( untuk mendownload program)
  • Downloader yang menggunakan port paralel
  • Download Drivernya disini
Komponen elektronik
  1. AVR atmega8
  2. kristal 12 MHz
  3. kapasitor 22pF
  4. konektor USB dan kabel USB
  5. soket IC 14pin 2 buah
  6. resistor 10k, 68ohm atau 100 ohm, 2k2, 1K
  7. elko 10 uF/16 V dan kapasitor 100nF
  8. LED 3 buah
  9. housing 5 pin dan 4 pin
  10. Dioda zener 3.6 volt 2 buah
Rangkai komponen diatas sesuai rangkain berikut ini:
rangkaian di pcbnya:


C1, C2       =  22pF        
C3              = 10µF          
C4              = 100nF       
D1, D2       =  Z-Diode 3V9           
IC1             =  ATMEGA8                        
LED1          =  LED               
LED2          =  LED              
Q1              = 12Mhz   
R1, R2        = 68 Ohm       
R3              = 2,2 kOhm        
R4, R5        = 470 Ohm          
R6              = 10 kOhm             
R7              = 1 kOhm                     
X1              = USB     

Rangkai komponen elektronik sessuai rangkaian diatas, setelah selesai program terlebih dahulu Atmega8 dengan program yang  didownload disini,  menggunakan downloader paralell. Karena menggunakan kristal 12 Mhz ganti setinga fuse bit Atmega8nya seperti berikut:


Jika men-downloadnya sudah, pasangkan ATMEGA 8 ke soket, kemudian masukan tancapkan kabel usb ke komputer. Jika benar akan muncul tampilan seperti ini.
Sebentar lagi akan minta driver, next next next aja, kemudian pilih folder tempat win-driver berada.


Kemudian tinggal menunggu finish.Jika sudah finish, lepas kembali kabel usbnya,sesudah itu, masukan kembali kabel usb. Ketika dimasukan akan ada suara, seperti suara ketika kita memasukkan flash disk. Lihat led, led ada yang hidup (led power) dan ada yang mati (led untuk tanda busy).Sekarang USB downloader sudah jadi langka selanjutnya kita memerlukan software untuk menggunakan downloader ini, salah satu yang bisa digunakan yaitu Khazama, khazama saya pilih karena software ini memiliki ukuran yang kecil, dan kecepatan ketika memprogram mikrokontroler lebih tinggi daripada software yang lain seperti extreme burner avr, ataupun avrdude. Anda pun bisa menggunakan semua software tersebut untuk downloader USB ini. Untuk mendownload Khazama klik disini. Berikut Tampilan khazama




Menurut pengalaman saya mikrokontroler yang akan kita program menggunakan downloader USB ini harus menggunakan kristal external (misalnya kristal 12 Mhz) dan fuse bitnya diatur agar mikrokontroler mengunakan external clock (pengaturannya sama seperti diatas tadi). Ketika saya coba tanpa memkai kristal, USB downloader ini ternyata tidak bisa dipakai. Sedangkan untuk pengaturan fuse bit ini dilakukan dengan menggunakan downloader paralel menggunakan software ponyprog. 

Cara menggunakannya:
  • Hubungkan USB downloader yang kita buat tadi kekomputer
  • Hubungkan downloader dengan mikrokontroler
  • Buka khazama, pilih file, klik load flash file to buffer, 
  • pilih file hex yang akan diisikan ke mikro, 
  • setelah itu klik command dan pilih write flash buffer to chip, jika berhasil akan muncul seperti ini:


Jika mikrokontroler yang akan didownload menggunakan usb downloader ini tanpa memakai kristal, terlebih dahulu ubah setingan fuse bit pada mikrokontroler target dengan setingan fuse bit seperti dibawah ini



Selamat Berkreasi .....
Nama : Muhammad Fadhli
Kelas : 2 CB
NIM : 061430700541
Mata Kuliah : Sistem Operasi
Dosen Pembimbing : Ali Firdaus ST M.Kom

1. Sebutkan dua fungsi utama sistem operasi ?
Jawab :
Fungsi Sistem Operasi :
1. Sebagai Resource Manager/ Pengelola seluruh sumber daya system komputer.
ü Mengatur dan mengefisiensikan penggunaan seluruh sumber daya komputer (computer resources).
ü Tugas Utamanya :
A. Memantau penggunaan semuar resources
B. Menerapkan aturan (policy)
C. Mengalokasikan resources yang diminta 
D. Mengambil kembali (dealokasi) resource
ü Sumber daya pada komputer terdiri dari :
A. Sumber daya fisik, misalnya : Keyboard, bar-code reader, mouse, joystick, light-pen,touch-screen, pointing devices, floppy disk drive, harddisk, tape drive, optical disk, CD-ROM drive, CRT, LCD, printer, modem, ethernet card, PMCCIA, RAM, cache memory, register,
kamera, sound card, radio, digitizer, scanner, plotter, dan sebagainya.
B. Sumber daya abstrak, terdiri dari : Data dan Program.

2. Apa yang dimaksud dengan multiprogramming?Berikan dua alasan diadakannya multiprogramming?
Jawab :
Ø  Multiproramming adalah suatu kemampuan dari sebuah sistem untuk melayani lebih dari satu program yang dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama.
Alasan diadakannya multi programming :
1. Memberikan efisiensi pekerjaan yang cukup tinggi, dengan mampu untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
2. Kebutuhan user yang semakin tinggi dan kompleks maka memerlukan sistem multiprogramming. Contohnya, ketika seorang user melakukan pekerjaannya sekaligus mendengarkan musik untuk refreshing.
Saat ini banyak aplikasi yang dalam proses penjalanannya mengakses lebih dari satu program. Sehingga agar program tersebut dapat berjalan lebih optimal perlu sistem multiprogramming

3. Apa yang dimaksud dengan SPOOLING ? Apakah anda menganggap personal komputer harus 
memiliki spooling sebagai standar dasar di masa yang akan datang ?
Jawab :
SPOOLING (Simultaneous Peripheral Operation On Line) adalah membuat peripheral seolah - olah 
dapat digunakan secara bersamaan dan dapat diakses secara simultan yaitu dengan cara menyediakan beberapa partisi memori. Karena pada saat ini kebutuhan akan kecepatan kinerja komputer semakin  besar, maka teknologi spooling mutlak untuk dikembangkan dan diaplikasikan di komputer. Dengan teknologi itu maka 
proses komputasi sebuah program akan lebih cepat ditangani dan dikerjakan.

4. Pada awal perkembangan komputer,setiap byte data yang dibaca atau yang ditulis ditangani oleh 
CPU (tidak ada DMA-Direct Memory Access). Apa implikasinya struktur seperti ini terhadap konsep multiprogramming?
Jawab :
Bila sistem tersebut digunakan untuk melayani konsep multiprogramming, maka akan membutuhkan waktu yang lama dalam pemrosesannya. Dengan tidak ada memory pembantu proses maka proses 
pengaksesan data untuk diproses akan lama. Apalagi untuk kegiatan multiprogramming maka proses
tersebut akan semakin lebih lama lagi. Oleh karena itu komputer pada awal perkembangannya tidak mampu untuk mengakomodasi konsep multiprogramming.
Jadi implikasi dari tidak adanya DMA dalam pemrosesan komputer adalah pada waktu untuk 
pengerjaan (pemrosesan) informasi. Bahkan mungkin konsep multiprogramming tidak bisa diaplikasikan oleh sistem prosesor non DMA.

5. Mengapa timesharing tidak tersebar luas pada generasi ke-2 komputer ?
Jawab :
Karena merupakan varian dari multiprogramming, dimana tiap pemakai hanya mempunyai satu terminal online dengan 
pemroses hanya memberikan layanan pada pemakai(user) yang aktif secara bergantian secara cepat 
sehingga Pemakai (user) akan merasa diyani secara terus - menerus.Padahal sebenarnya dilayani 
secara bergantian dengan waktu yang singkat.

6. Instruksi - instruksi manakah yang diperbolehkan dalam Mode Kernel :
A. Disable all interupts
B. Read the time-of-days clock
C. Set the time-of-days clock
D. Change the memory map
Jawab :
Instruksi yang diperbolehkan dalam Mode Kernel adalah A. Disable all interupts dan 
D. Change the memory map

7. Sebutkan beberapa perbedaan sistem operasi pada personal komputer dengan sistem operasi pada mainframe ?
Jawab :
Berikut ini adalah perbedaannya :
*) System operasi pada personal computer :
1. Kinerja dan derajat kerumitan komponen perangkat keras PC jauh lebih  sederhana (dan murah). Karena itu, "utilisasi" perangkat keras tidak lagi  menjadi masalah utama. 
2. Para pengguna PC tidak selalu merupakan "pakar", sehingga kemudahan  penggunaan menjadi prioritas utama dalam perancangan sistem operasinya.
3. akibat dari butir kedua di atas, "keamanan" dan "perlindungan" kurang 
mendapatkan perhatian. Dewasa ini, "virus" dan "cacing" (worm) telah menjadi
masalah utama yang dihadapi para pengguna sistem PC tertentu.
4. Hanya mampu melayani 1 user(pengguna) saja.
5. Biasanya memiliki User Interface yang lebih menarik karena tujuan utamanya  adalah membri kemudahan kepada pengguna
6. Memiliki tingkat security(keamanan) yang kurang baik daripada sistem  operasi mainframe.
7. biasanya hanya mampu menangani beberapa program saja untuk dijalankan  secara bersamaan.

*) System operasi pada mainframe
1. Disebut mainframe dikarenakan ukuran serta kemampuan pemrosesan secara  historis berkaitan. 
2. System operasi dari computer ini mampu menangani ratusan program aplikasi
secara bersamaan. 
3. Computer dengan system operasinya mampu menyimpan dan mengakses  library rutin dengan kapasitas besar. 
4. Main from juga mendukung puluhan bahasa pemrograman yang berbeda dan  bertindak mengawasi lalu lintas ketika beberapa program mencoba mengakses  basis data secara bersamaan. 
5. Computer mainframe biasanya dipusatkan pada pusat data yang telah lama 
menjadi sumber tenaga dari komputasi dunia bisnis.
6. Mampu untuk melayani banyak user (pengguna).
7. Biasanya hanya berupa barisan - barisan program saja tanpa adanya GUI yang  memadai.
8. Memiliki tingkat security(keamanan) yang jauh lebih baik daripada sistem  operasi untuk komputer desktop.
9. Memiliki kecepatan dan reabilitas kerja yang jauh lebih tinggi daipada sistem  operasi personal komputer

8. Bagaimana secara umum sistem operasi memberitahukan kepada direktori kerja apakah path
name untuk sebuah file adalah absolute atau relative ?
Jawab :
Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat diakses dengan rutin-rutin di sistem operasi. Kebanyakan informasi berkaitan dengan penyimpan. Meski beberapa 
informasi direktori tersedia bagi pemakai atau aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara  tidak langsung.
Pemakai tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode read-only.

Direktori juga menyediakan pemetaan nama file ke file. Informasi terpenting  direktori adalahyang berkaitan dengan penyimpanan, termasuk  lokasi penyimpanan dan ukuran file yang disimpan. Pada sistem bersama (shared  system), informasi yang terpenting adalah informasimengenai pengendalian  akses file. Satu pemakai adalah pemilik file yang dapat memberi wewenang  pengaksesan ke pemakai-pemakai lain.
Aturan penamaan direktori mengikuti aturan penamaan file karena direktori  merupakan file yang khusus.
Jalur pengaksesan (path name).
Bila sistem file diorganisasikan dengan pohon direktori,maka diperlukan cara  menspesifikasikan nama file. Masalah penamaan file diselesaikan dengan  penamaan absolut dan penamaan file relatif. Terdapat dua jalur, yaitu :
A.  Nama jalur absolut (absolute pathname).
Nama jalur dari direktori root ke file, selalu dimulai dari direktori root dan akan bernilai unik.
B. Nama jalur relatif (relative pathname).
Jalur relatif terhadap direktori kerja atau pada saat itu (working atau current  director).  Pemakai dapat menyatakan satu direktori sebagai current directory.  Nama jalur  yang tidak dimulai direktori root berarti relatif terhadap current directory.

9. Mengapa shell bukan bagian dari sistem operasi ?
Jawab :
Shell Delete Command Interpreter yaitu Program yang menerima masukan berupa perintah kesistem, dan menterjemahkan menjadi aktivitas sistem komputer. 
Tidak termasuk sistem operasi karena,shell di dalam kegiatannya tidak menjembantani antara user  dengan hardware. Program ini di dalam 
menjalankan perintah mengakses informasi yang tercantum di sistem operasi.

10. Berikan sebuah contoh bagaimana mekanisme dan kebijaksanaan bisa terpisah dengan baik dari 
penjadwalan. Buat sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process  untuk mengontrol kebijaksanaan penjadwalan children?
Jawab :
Mekanisme merupakan penjelasan bagaimana melakukan sesuatu. Sedangkan kebijakan menentukan apa yang akan dilakukan. Dalam melakukan sebuah pemrosesan mekanisme tidak bisa diubah 
sedangkan kebijakan dapat diubah agar bila terjadi sesuatu hal dapat diantisipasi. 
Kebijakan penting untuk mengatur semua alokasi sumberdaya dan menjadwalkan masalah serta menentukan perlu ] atau tidaknya mengakolasikan sumber daya.
Oleh karena itu antara mekanisme, kebijakan dan penjadwalan harus dipisahkan.

Contohnya adalah  sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process untuk mengontrol kebijaksanaan  penjadwalan children adalah pada sistem operasi UNIX. Sistem operasi ini mempunyai system call  fork yang berfungsi untuk membuat proses baru. 
Proses yang memanggil sistem call fork ini akan dibagi menjadi dua, yakni proses induk dan proses turunan yang identik. 
Fork ini berfungsi sebagai manajemen proses. Proses ini independen satu sama lain namun memiliki instruksi yang berbeda sama sekali. Jadi pengeksekusian program bisa dilaksanakan terus menerus tanpa harus menunggu sistem child selesai memproses. 
Dan bisa juga instruksi program induk mengatur pengeksekusian program anak atau turunan.

11. Model Client-Server terkenal didalam distributed systems. 
Dapatkah juga digunakan dalam sistem komputer  tunggal ?
Jawab :
Dapat digunakan dalam sistem operasi tunggal, karena sistem terdistribusi adalah sistem yang proses kerjanya membagi tugas proses untuk dijalankan oleh beberapa prosesor yang menjalankan fungsi  masing-masing. Dan hal ini dapat dijalankan dalam sistem komputer tunggal. 
Contohnya dengan adanya  prosesor dual core yang masing-masing prosesor melakukan fungsi tertentu serte keduanya terhubung oleh jaringan komunikasi data. Dengan menerapkan sistem terdistribusi ini maka akan meningkatkan kecepatan proses, 
penyediaan data dan peningkatan kehandalan kerja komputer.

12. Mengapa proses tabel membutuhkan sistem timesharing? 
Apakah hal ini juga dibutuhkan dalam system operasi personal komputer yang pada suatu saat hanya terdapat satu proses yang sedang  bekerja dan mengambil alih mesin sampai proses tersebut selesai ?
Jawab :
 Karena sistem timesharing dapat mengatur penjadwalan pemrosesan data maka kecepatan proses  akan menjadi lebih cepat.
Ya, teknologi sistem timesharing mutlak diperlukan untuk menjadwal pemrosesan data oleh prosesor. Walaupun hanya melakukan satu proses saja untuk dapat mempercepat kinerja pemrosan maka  timesharing diperlukan. Bila prosesor harus langsung mengakses data dari memory permanent  maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk pemrosesan. Bahkan jika pengguna hanya  menggunakan satu program saja pada satu waktu. Sistem operasi perlu digunakan untuk  mendukung program internalnya sendiri, contohnya seperti manajemen memori. 
Dengan kata lain, semua aktivitas tersebut adalah harus dilaksanakan dengan sistem timesharing.

13. Apa perbedaan mendasar diantara block special file dan character special file ?
Jawab :
1. Block special file Merupakan file special dimana transfer data dilakukan perblock contohnya  adalah file harddisk, cdrom, floppy dan lain-lain yang biasanya merupakan media penyimpanan.
2. Character special file : Merupakan file special dimana transfer data dilakukan  perkarakter. Contoh filenya adalah mouse.



Sistem Operasi

Sunday, March 15, 2015
Posted by Muhammad Fadhli
Tips Merawat Sepatu Futsal


Dalam merawat sepatu Futsal ada beberap hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah cara membersihkan, cara menjemur dan bagaimana cara menyimpannya. Satu yang perlu diingat bahwa sepatu futsal jangan dicuci secara langsung.

Terdapat beberapa bagian penting pada sepatu futsal yang harus dibersihkan yaitu: Outsole (Bagian bawah sepatu atau tapak sepatu biasanya terbuat dari karet), Midsole (Bagian Tengah, antara atas dan bawah biasanya terbuat dari eva), Upper (Bagian atas sepatu biasanya terbuat dari kulit), Lace (Tali Sepatu), Insole (Bagian dalam sepatu yang diinjak).

Perlu diperhatikan bahwa dalam membersihkan, gunakanlah alat yang berbeda pada tiap-tiap bagaian, Berikut ini Cara membersihkan bagian-bagian pada sepatu futsal:

1. Bagian outsole (Bagian bawah sepatu atau tapak sepatu biasanya terbuat dari karet)

Karena letaknya berada pada bagian bawah sepatu maka bagian ini paling mudah terkena kotoran, Tetapi walaupun begitu janganlah terlalu sering membersihkan bagian ini karena beresiko membuat rusak permukaannya. Untuk membersihkannya, biasanya bagian tersebut dibersihkan dalam jangka waktu seminggu atau bahkan satu bulan tergantung pada intensitas pemakaian sepatu. Sekotor apapun bagian outsole, janganlah memasukkan sepatu futsal ke dalam air karena dapat merusak sepatu.

Bersihkan bagian ini dengan menggunakan sikat atau tusuk gigi pada air yang mengalir.

2. Bagian midsole (Bagian Tengah, antara atas dan bawah biasanya terbuat dari eva)

Gunakan sikat yang berbeda untuk membersihkan midsole dan outsole. Apabila kita tidak mempunyai sikat lagi, boleh menggunakan sikat yang sama dengan catatan sikatnya dibersihkan dulu. Caranya cukup basahkan sikat dan gosok dengan lembut dari bagian yang paling bersih dulu kemudian bagian yang paling kotor. Untuk noda yang membandel gunakan cairan pembersih tetapi jangan sampai cairan ini mengalir ke bagian upper.

3. Bagian upper (Bagian atas sepatu biasanya terbuat dari kulit)

  1. Bersihkan menggunakan sikat yang paling lembut. 
  2. Bila terdapat noda yang sulit dibersihkan, cobalah dengan mengoleskan pasta gigi/odol pada bagian tersebut lalu diamkan selama 5menit, setelah itu baru dibersihkan dengan sikat, ulangi beberapa kali sampai noda menghilang. usahakan tidak ada sisa pasta gigi pada sepatu.
  3. Keringkan dengan kanebo/chamois.

4. Lace (Tali Sepatu)

Untuk membersihkan bagian ini mudah sekali, yakni hanya dengan mencopot tali sepatu lalu direndam dengan pembersih/deterjen, diamkan selama 10menit lalu dikucek dan dibilas.

5. Insole (Bagian dalam sepatu yang diinjak)

Bila insole dapat dilepas, lepaslah lalu bersihkan dengan sikat lembut atau spon kasar yang telah diberi sabun cuci. setelah itu keringkan dengan kanebo. Apabila bagian ini sulit dilepas maka biarkan di tempatnya lalu bersikan.

Perhatian:

  • Hindari mengguyur air pada keseluruhan sepatu.
  • Janganlah merendam sepatu dalam air.
  • Janganlah menjemur sepatu pada sinar matahari secara langsung.
  • Rajin-rajinlah membersihkan sepatu setelah dipakai.
  • BIla sepatu terbuat dari kulit asli maka oleskan minyak pada bagian upper usai dibersihkan.
  • Simpanlah sepatu yang terbuat dari kulit asli di tempat yang kering agar tidak mudah ditumbuhi jamur.
  • Sepatu futsal tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam air. Oleh sebab itu, jika menggunakan media sikat dan air, maka sikatnya yang harus dibasahi, bukan sepatunya. Ketika mengeringkannya pun juga tidak diperbolehkan dijemur, melainkan diangin-anginkan.

Tips Merawat Sepatu Futsal

Wednesday, March 11, 2015
Posted by Muhammad Fadhli
Tag :

// Copyright © GUDANG ALE //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //